Baik, ini dia kisah pendek ala dracin yang kamu minta: **Cinta yang Mengganti Nama Keluarga** Hujan gerimis menari di jendela kaca *penthouse* mewah milik keluarga Zhang. Di dalam, Mei Lan berdiri anggun, mengenakan gaun sutra berwarna *ivory* yang menutupi garis tubuhnya dengan sempurna. Senyum tipis menghiasi bibirnya yang merah alami, senyum yang kini terasa lebih seperti **topeng**. Lima tahun lalu, Mei Lan bukan siapa-siapa. Seorang yatim piatu yang bekerja sebagai pelayan di kedai teh sederhana. Lalu, takdir mempertemukannya dengan Zhang Wei, pewaris tunggal Grup Zhang yang tersohor. Cinta mereka tumbuh cepat, bagai bunga *lotus* yang mekar di tengah lumpur. Zhang Wei bersumpah akan mencintai dan melindunginya selamanya. Ia bahkan berjanji akan menjadikannya pemilik sah nama Zhang. Namun, *janji*... janji itu kini terasa seperti *belati* yang menghujam jantung Mei Lan berkali-kali. "Wei... kamu di mana?" bisiknya lirih. Beberapa bulan terakhir, Zhang Wei berubah. Ia sering pulang larut malam, dengan aroma parfum wanita lain yang menempel di kemejanya. Ia menjadi dingin, jauh, seolah ada jurang tak terlihat yang memisahkan mereka. *Pelukannya*, yang dulu terasa hangat dan melindungi, kini terasa *beracun*. Puncaknya terjadi malam ini. Di acara ulang tahun Grup Zhang yang ke-50, Zhang Wei mengumumkan pertunangannya... dengan putri tunggal keluarga Li, musuh bebuyutan keluarga Zhang. Mei Lan tidak menangis. Ia hanya merasakan kekosongan yang menganga di dalam dirinya. Ia tidak berteriak, tidak mengamuk. Ia hanya tersenyum. Senyum yang sama yang ia berikan kepada Zhang Wei saat pertama kali mereka bertemu. Senyum yang menyimpan luka teramat dalam. Dengan langkah anggun, Mei Lan mendekati Zhang Wei dan tunangannya. Ia mengangkat gelas anggurnya. "Selamat, Wei," ucapnya dengan nada yang lembut namun menusuk. "Semoga kalian berbahagia." Kemudian, dengan gerakan yang *halus*, Mei Lan membocorkan sebuah rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Sebuah rahasia yang akan menghancurkan reputasi keluarga Zhang dan menggantungkan nasib seluruh perusahaan di ujung tanduk. Sebuah rahasia yang ia dapatkan selama lima tahun menjadi istri Zhang Wei. Rahasia yang ia kumpulkan, sepotong demi sepotong, dengan *kesabaran* dan *ketenangan* yang mematikan. Reaksi Zhang Wei sungguh ***MENGEJUTKAN!*** Wajahnya pucat pasi, matanya membulat penuh ketakutan. Ia tahu, Mei Lan tidak sedang bergurau. Ia tahu, kata-kata Mei Lan adalah bom waktu yang siap meledak. Beberapa bulan kemudian, Grup Zhang berada di ambang kebangkrutan. Nama Zhang Wei tercoreng. Ia ditinggalkan oleh tunangannya dan dijauhi oleh semua orang. Ia kehilangan segalanya. Mei Lan, di sisi lain, menghilang. Ia memulai hidup baru, dengan nama yang baru pula. Ia tidak ingin membalas dendam dengan darah. Ia hanya ingin Zhang Wei merasakan apa yang ia rasakan: *kehilangan*, *penyesalan*, dan *kesepian* yang abadi. Beberapa tahun kemudian, Zhang Wei melihat Mei Lan di sebuah acara amal. Ia jauh lebih cantik, lebih kuat, lebih berkarisma. Ia dikelilingi oleh orang-orang penting, dipuja dan dihormati. Ia bahkan menggunakan nama keluarga baru, nama keluarga yang lebih *terhormat*. Tatapan mereka bertemu. Mei Lan tersenyum. Senyum yang tidak lagi menyimpan luka, tapi sebuah *kemenangan* yang pahit. Zhang Wei sadar, balas dendam Mei Lan bukan tentang uang atau kekuasaan. Balas dendamnya adalah *eksistensinya*. Ia telah merebut segalanya darinya, termasuk kehormatan dan masa depannya. Dan yang terpenting... ia telah mengganti nama keluarganya, meninggalkan Zhang Wei dan segala kenangan pahit bersamanya. Ia teringat akan ucapan seorang biksu tua yang pernah ia dengar: Cinta dan dendam lahir dari tempat yang sama, *dari rasa memiliki yang terlalu besar*.
You Might Also Like: Drama Baru Senyum Yang Mengandung Racun
