Drama Abiss! Cinta Yang Terkunci Dalam Cermin



Baiklah, ini dia kisah dracin pendek berjudul 'Cinta yang Terkunci Dalam Cermin': **Cinta yang Terkunci Dalam Cermin** Aroma dupa sandalwood menyelimuti ruangan itu, berpadu dengan wangi teh *longjing* yang mengepul hangat. Xiao Qing, seorang *desainer interior muda* yang tengah naik daun di Shanghai modern, merasakan sensasi aneh setiap kali ia melihat pantulan dirinya di cermin antik yang baru saja ia beli. Cermin itu bukan sekadar cermin. Ada riak-riak halus di permukaannya, seperti kolam yang terusik angin masa lalu. Malam demi malam, mimpi-mimpi aneh menghantuinya. Ia melihat dirinya, atau lebih tepatnya, *seorang wanita dengan wajah yang sama* dengannya, mengenakan *hanfu* sutra berwarna *zamrud*. Ia adalah Putri Yunxi, kesayangan Kaisar. Ia jatuh cinta pada Jenderal Li Wei, seorang pahlawan perang yang gagah berani. Cinta mereka terlarang, namun membara seperti api unggun di tengah malam. Semakin sering Xiao Qing melihat cermin itu, semakin jelas pula potongan-potongan ingatan itu muncul. Ia mengingat tawa Putri Yunxi, debaran jantungnya saat Li Wei menatapnya, dan… **PENGKHIANATAN**! Jenderal Li Wei, orang yang dicintainya dengan segenap jiwa, ternyata bersekongkol dengan para pemberontak. Ia menyerahkan Putri Yunxi dan kerajaannya demi kekuasaan. Rasa sakitnya menusuk jiwa Xiao Qing. Ia tidak mengerti mengapa ia merasakan begitu dalam luka yang dialami seorang wanita yang hidup ratusan tahun lalu. Namun, instingnya berteriak: ini bukan sekadar mimpi. Ini adalah *KENANGAN*. Suatu sore, klien Xiao Qing datang berkonsultasi. Ia adalah seorang pria paruh baya bernama Li Jiansheng, seorang pengusaha properti yang sangat berpengaruh. Ada sesuatu yang familier dalam tatapannya, sesuatu yang dingin dan kalkulatif. Saat Li Jiansheng menyerahkan kartu namanya, tangan Xiao Qing gemetar. Nama belakangnya… *LI*. Otaknya berputar. Ia ingat perkataan terakhir Putri Yunxi sebelum dijebloskan ke penjara: "Di kehidupan selanjutnya, aku akan memastikan *kekuatan* yang kau inginkan itu menjadi abu di tanganmu." Xiao Qing tersenyum tipis. Balas dendamnya tidak akan berdarah-darah. Ia tidak akan menghancurkan Li Jiansheng secara fisik. Ia akan menghancurkan ambisinya. Dalam proyek desain interior yang mereka kerjakan, ia akan menyelipkan *'kesalahan' kecil* yang akan membuat proyek itu gagal total, menjatuhkan reputasi Li Jiansheng dan mengubur mimpinya untuk menjadi penguasa pasar. Di hari Li Jiansheng dinyatakan bangkrut, Xiao Qing berdiri di depan cermin antiknya. Ia melihat pantulan dirinya, namun kali ini ada sedikit senyum di bibir Putri Yunxi. *Keadilan telah ditegakkan*. Xiao Qing berbalik, meninggalkan cermin itu. Ia tahu, dendam ini baru permulaan. Ada lebih banyak yang harus diluruskan, lebih banyak janji yang harus ditepati. Dan takdir mereka akan kembali terjalin, menunggu hingga kepingan terakhir takdir bersatu, menciptakan nyanyian baru yang memilukan dan juga mengharukan, seribu tahun kemudian...
You Might Also Like:

Post a Comment

Previous Post Next Post