Judul: Salju di Atas Luka Lama Hujan menggigil di pelataran kuil. Butirannya menampar wajah Lin Wei, mengingatkannya pada malam itu. Malam ketika senyum Jian Feng, senyum yang dulu hanya untuknya, luntur oleh pengkhianatan yang dingin. Bayangan mereka berdua, yang dulunya saling menggenggam erat, kini patah di bawah siraman lampu jalan yang remang. "Sudah lama, Lin Wei," suara Jian Feng menyapa, berat dan asing. Lin Wei tidak bergeming. Cahaya lentera di tangannya nyaris padam, seolah ikut merasakan dinginnya hatinya. "Lama? Atau terlalu singkat untuk melupakan?" Dulu, mereka adalah dua tangkai bambu yang tumbuh berdampingan. Jian Feng, dengan ambisinya yang membara, dan Lin Wei, dengan cintanya yang tak bersyarat. Jian Feng berjanji akan membawa Lin Wei ke puncak bersamanya. Ia akan mendaki karir, meruntuhkan tembok-tembok penghalang dengan ketekunan dan kecerdasan. Dan Lin Wei? Ia akan menjadi mataharinya, menghangatkan punggung Jian Feng di setiap langkahnya. Tapi puncak itu terlalu menggoda. Jian Feng memilih jalan pintas. Ia menikahi putri seorang konglomerat. Sebuah pengkhianatan yang mengiris hati Lin Wei menjadi ribuan keping. Ia menyaksikan Jian Feng meraih mimpinya di atas puing-puing hatinya. "Kau tahu aku melakukan apa yang harus kulakukan," Jian Feng mencoba membela diri. Lin Wei tertawa hambar. "Ya, kau melakukan apa yang 'harus' kau lakukan. Dan aku? Aku hanya *sampah* yang menghalangi jalanmu." Bertahun-tahun berlalu. Lin Wei membangun kembali dirinya. Ia menjelma menjadi wanita yang anggun, berkuasa, dan... berbahaya. Ia mengumpulkan informasi, menata strategi, dan menyusun rencana. Rencana yang dingin, terukur, dan tak terelakkan. Rencana yang akan meruntuhkan imperium Jian Feng, persis seperti Jian Feng meruntuhkan hatinya. Malam ini, di bawah hujan yang menggigil, Lin Wei memperlihatkan kartu terkininya. Senyumnya, kali ini, dingin dan tajam. "Kau pikir aku hanya menunggu? Kau salah, Jian Feng. Aku belajar dari yang terbaik. Aku belajar bagaimana tersenyum saat menghancurkanmu dari dalam." Jian Feng terhuyung. Di matanya, Lin Wei bukan lagi gadis yang dulu dicintainya. Ia adalah *monster* yang dibentuk oleh keputusasaannya sendiri. Lin Wei melangkah mendekat, suara hujan menjadi satu-satunya saksi bisu. "Kau tahu, Jian Feng, alasan aku tidak membunuhmu saat itu, alasan aku membiarkanmu meraih 'puncakmu'... adalah karena aku ingin kau merasakan sakit yang sama. *Sakit kehilangan segalanya, termasuk orang yang paling kau cintai*." Lentera di tangan Lin Wei padam. Kegelapan menyelimuti mereka. "Siapa dia, Jian Feng? Wanita yang selama ini kau cari? Wanita yang membuatmu begitu terobsesi selama ini… **DIA ADALAH ANAKKU.**"
You Might Also Like: 118 Top Ten Best Cats Breeds At Archie
