Drama Abiss! Bayangan Yang Menjadi Doa Setiap Malam



Baiklah, ini dia kisah Dracin fantasi berjudul 'Bayangan yang Menjadi Doa Setiap Malam', dengan sentuhan yang Anda inginkan: **Bayangan yang Menjadi Doa Setiap Malam** Di tepi sungai **Bulan Merah**, di mana lentera-lentera *terbang* di atas air dan memantulkan *cahaya kekal*, hidup seorang gadis bernama Lin Yue. Ia adalah yatim piatu, dikenal karena tatapan matanya yang selalu menyimpan *bayangan* – bukan kegelapan, melainkan seolah menyimpan rahasia dunia lain. Di dunia manusia, Lin Yue hanya seorang gadis biasa. Tapi di dunia roh, ia adalah **'ECHO'**, jembatan antara yang hidup dan yang mati. Ia *merasakan* bisikan jiwa-jiwa yang tersesat, melihat *kilasan* masa lalu dan masa depan yang terjalin dalam benang takdir. Setiap malam, saat bulan **PUANGLAS** memenuhi langit dengan cahaya keperakannya, Lin Yue duduk di bawah pohon *Sakura Es* yang selalu berbunga, tak peduli musim. Bayangannya akan terpisah darinya, *bergerak* sendiri, dan *berbisik* doa-doa yang tak dimengerti. Doa-doa itu bukan miliknya. Doa itu untuk seseorang yang dicintainya... "Siapa kau sebenarnya, Lin Yue?" bisik bayangannya suatu malam. "Kau bukan hanya seorang gadis. Kau adalah *simpul* takdir, yang terjalin dari dua dunia." Lin Yue tidak mengerti. Ia hanya tahu, ia seringkali *bermimpi* tentang kehidupan lain, di mana ia adalah seorang putri yang terbunuh dalam pemberontakan. Dalam mimpinya, ia selalu *mencari* seseorang, seseorang yang wajahnya kabur namun kehadirannya *memenuhi* seluruh jiwa. Suatu hari, seorang pria bernama Wei Yang datang ke desa. Ia adalah seorang **'Penjaga Gerbang'**, seseorang yang bisa *melintasi* dunia manusia dan roh. Wei Yang melihat sesuatu yang istimewa dalam diri Lin Yue, sesuatu yang **berbahaya**. "Kematianmu di dunia lama bukanlah akhir," kata Wei Yang dengan nada **PENUH** misteri. "Itu adalah *AWAL* dari takdirmu yang baru. Kau adalah kunci untuk membuka *gerbang* antara dunia manusia dan roh, gerbang yang seharusnya *TIDAK PERNAH* dibuka." Lin Yue belajar bahwa ia adalah reinkarnasi dari Putri Lian, yang dibunuh oleh pengkhianat bernama Lord Xie, yang ingin menggunakan kekuatan dunia roh untuk *menaklukkan* dunia manusia. Lord Xie telah *memanipulasi* takdir, menggunakan kekuatan *terlarang* untuk mengikat jiwa Putri Lian ke dalam Lin Yue. Wei Yang berjanji untuk melindunginya. Ia mengaku *jatuh cinta* padanya, sejak pertama kali melihat *bayangan* Putri Lian bersembunyi di matanya. Ia mengajarkan Lin Yue cara mengendalikan kekuatannya, cara berkomunikasi dengan roh, cara *melawan* Lord Xie. Namun, Lin Yue merasakan ada yang aneh. Wei Yang terlalu *sempurna*, terlalu *melindungi*. Ia *mengingatkannya* pada sosok yang dicintainya dalam mimpi, tetapi ada sesuatu yang *janggal*. Bulan **PUANGLAS**, yang seharusnya *mengingat* nama-nama, tampaknya menyembunyikan *kebenaran* tentang Wei Yang. Suatu malam, saat lentera-lentera di sungai *bergetar* dan bayangan-bayangan *menari* lebih liar dari biasanya, Lin Yue menemukan jawabannya. Bukan Wei Yang yang mencintainya. Wei Yang adalah Lord Xie, yang *berubah* wujud! Ia telah *memanipulasi* ingatannya, menggunakan kekuatannya untuk *mengendalikannya*! "Kau bukan mencintaiku," teriak Lin Yue, air mata *membasahi* pipinya. "Kau hanya menginginkan kekuatanku! Kau *MEMANIPULASI* takdirku!" "Cinta? Takdir?" Lord Xie tertawa. "Itu hanyalah *mitos* yang diciptakan untuk mengendalikan orang-orang bodoh. Yang aku inginkan adalah *KEKUASAAN*! Dan kau, Lin Yue, adalah *alatku*!" Pertempuran sengit terjadi. Lin Yue menggunakan semua kekuatannya, kekuatan Putri Lian yang *terpendam* dan *kekuatan* hatinya sendiri. Ia melawan Lord Xie, bukan untuk membalas dendam, tetapi untuk *membebaskan* dirinya dari takdir yang *dipaksakan*. Pada akhirnya, dengan kekuatan **CINTA SEJATI** -- dari *roh* Putri Lian untuk *pria* yang sebenarnya dicintainya di kehidupan lalu (yang tidak lain adalah *roh* yang *membantunya* selama ini) -- Lin Yue berhasil mengalahkan Lord Xie dan menutup gerbang antara dunia manusia dan roh. Tetapi, siapa sebenarnya *Pria* itu? Siapa yang *mencintai* dan siapa yang *memanipulasi* takdir? Lin Yue *tidak* pernah tahu pasti. Yang ia tahu, ia *bebas*. Dan saat matahari terbit, Lin Yue *menatap* ke arah sungai Bulan Merah, di mana lentera-lentera *menari* dengan bebas, dan berbisik: _"Biarkan bayangan menuntun, atau mungkin sebaliknya"_…
You Might Also Like: Tutorial Sunscreen Mineral Untuk Kulit

Post a Comment

Previous Post Next Post