Cerpen Terbaru: Kau Mencintaiku Meski Tahu Akhirnya Hanya Kehancuran



Di antara kabut bambu yang merayapi Lembah Seribu Bunga, di mana waktu menari dalam irama yang berbeda, aku melihatmu. Bukan dengan mata, melainkan dengan jiwa yang terluka, yang telah lama merindukan KAU.

Senyummu, selembut sutra di musim semi, melukiskan harapan di kanvas hatiku yang kelabu. Tatapanmu, sedalam telaga bulan purnama, menyiratkan kisah yang tak terucap, tentang janji dan TAKDIR.

Kau mencintaiku, seorang pengelana waktu yang tersesat di labirin kenangan. Kau mencintaiku, meskipun kau tahu, setiap detik bersamaku adalah jarum yang menusuk jantungmu. Kau tahu, keberadaanku di duniamu adalah benih kehancuran, bunga beracun yang mekar dalam keindahan fana.

Setiap sentuhanmu adalah lukisan di atas air, menghilang sebelum sempat ku nikmati sepenuhnya. Setiap bisikanmu adalah melodi angin, sayup-sayup terdengar, namun tak mampu ku genggam. Aku bertanya-tanya, apakah semua ini nyata? Atau hanyalah mimpi yang tercipta dari kerinduan yang teramat dalam? Sebuah ilusi yang ku ciptakan sendiri untuk menutupi luka yang tak kunjung sembuh?

Kita menari di bawah hujan meteor, setiap bintang jatuh adalah air mata perpisahan. Kita berjanji di depan pohon sakura yang berguguran, setiap kelopak adalah pengingat akan cinta yang sementara. Kita membangun istana di atas pasir pantai, tahu bahwa ombak akan datang dan menghapusnya tanpa ampun.

Namun, cinta itu tetap ada. Berkobar bagai api unggun di malam yang dingin, menghangatkan jiwa yang rapuh. Cinta itu kuat, meski tahu akhirnya hanya kehancuran.

Kemudian, datanglah malam pengungkapan. Di bawah rembulan sabit yang pucat, kau membisikkan sebuah rahasia yang mengguncang dunia yang ku kira nyata.

"Aku... bukanlah aku yang kau kira."

Kau menunjuk lukisan dirimu di galeri istana terlarang. Di sana, terpampang wajahmu. Bukan wajah kekasihku, melainkan wajah seorang Ratu yang telah lama meninggal ratusan tahun lalu, wajah seorang legenda. AKU hanyalah reinkarnasi dari seseorang yang pernah kau cintai di kehidupan lampau. Aku bukan AKU. Dan kau, telah lama menunggu, berabad-abad lamanya, untuk sebuah kesempatan. Untuk sebuah janji yang tak terpenuhi.

Semua menjadi jelas. Mengapa cintamu terasa begitu magis, begitu tragis. Mengapa setiap momen bersamamu terasa seperti mimpi yang akan segera berakhir.

Malam itu, semua misteri terpecahkan. Tapi keindahannya justru membuat luka makin dalam. Karena aku tahu, cintamu bukan untukku yang sekarang, melainkan untuk bayangan masa lalu yang bersemayam di dalam diriku.

Dan saat fajar menyingsing, kau menghilang. Meninggalkanku seorang diri di Lembah Seribu Bunga, bersama kabut bambu dan kenangan yang membekas.

"Dulu, di kehidupan yang lain…"

You Might Also Like: 0895403292432 Reseller Kosmetik

Post a Comment

Previous Post Next Post