Wajib Baca! Senyum Yang Membuka Langit



Baiklah, inilah kisah dracin pendek berjudul 'Senyum yang Membuka Langit': **Senyum yang Membuka Langit** Kabut tipis menggantung di Lembah Bulan Pudar, menyelimuti puncak-puncak gunung yang membisu. Di sanalah, di gubuk reyot yang terpencil, Bai Lianhua kembali. Dulu, ia adalah *putri mahkota* yang hilang, yang jasadnya tak pernah ditemukan setelah serangan malam yang menghancurkan istana. Semua orang mengira ia tewas, dibakar bersama mimpi-mimpi indah dinasti. Kini, wajahnya tersembunyi di balik kerudung sutra putih. Hanya sepasang matanya yang terlihat, menyimpan lautan kesedihan dan… *kengerian*. "Kakak… akhirnya kau kembali," bisik Li Wei, Kaisar muda yang kini berkuasa, sambil menggenggam erat tangan Bai Lianhua. Lorong istana sunyi senyap, hanya diterangi obor yang menari-nari, seolah menyaksikan rahasia yang akan segera terungkap. Bai Lianhua tersenyum, senyum yang begitu tipis hingga nyaris tak terlihat. "Apakah kau merindukanku, Wei-er?" Suaranya lembut bagai hembusan angin, namun terasa **sedingin** bilah pedang. "Bagaimana mungkin aku tidak merindukanmu? Setiap malam, aku bermimpi tentang malam mengerikan itu… tentang *pengkhianat* yang membantai keluarga kita." Bai Lianhua mengangguk pelan. "Pengkhianat… ya. Aku ingat semuanya. Aku ingat api, jeritan, dan… aroma manis anggur *beracun* yang kau berikan padaku, Wei-er." Kaisar Li Wei tersentak. Genggamannya mengendur. "Apa… apa maksudmu?" "Kau pikir aku lupa? Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau, adikku sendiri, yang merencanakan semuanya? Kau yang mengatur agar pasukan musuh menyerang, kau yang membunuh ayahanda dan ibunda dengan tanganmu sendiri. Kau *menginginkan* takhta." "ITU TIDAK BENAR! Aku tidak pernah—" Bai Lianhua mengangkat tangannya, menghentikan perkataan Li Wei. "Cukup, Wei-er. Aku melihatnya dengan mataku sendiri. Kau, yang berdiri di balik bayangan, *tersenyum* saat istana terbakar." Kaisar Li Wei terhuyung mundur. Ketakutan terpancar jelas di matanya. Kabut di luar jendela seolah masuk ke dalam ruangan, mencekik napasnya. "Aku kembali bukan untuk balas dendam… tepatnya, bukan *hanya* untuk balas dendam. Aku kembali untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku." Bai Lianhua mengangkat dagunya, menatap Kaisar muda itu dengan tatapan **sedingin** es. "Kau hanya boneka, Wei-er. Boneka yang kupergunakan untuk mencapai tujuanku. Dan sekarang… waktunya boneka itu *patah*." Senyum Bai Lianhua melebar, menampakkan gigi-gigi putih yang tajam. Senyum itu… *senyum yang membuka langit*, namun di baliknya tersembunyi jurang yang tak berdasar. Li Wei jatuh berlutut, menyadari semuanya. Ia bukan Kaisar, ia hanya *pion* dalam permainan yang jauh lebih besar. Bai Lianhua, yang dianggap korban, yang dianggap mati… *dialah* dalang dari segala kekacauan ini. Bai Lianhua berbalik, berjalan menuju jendela. Angin berhembus menerbangkan kerudung sutranya, memperlihatkan wajahnya yang cantik namun mengerikan. "Dan ingatlah, Wei-er…" bisiknya, tanpa menoleh. "Di dunia ini, *kebohongan* yang paling dipercaya adalah kebenaran yang diucapkan oleh *korban*."
You Might Also Like: Cerpen Seru Kau Bilang Ini Cinta

Post a Comment

Previous Post Next Post