Dracin Populer: Kau Menangis Di Pelukanku, Lalu Kembali Pada Dia Dengan Senyum Palsu



Kau Menangis di Pelukanku, Lalu Kembali pada Dia dengan Senyum Palsu

Sinopsis: Seratus tahun lalu, di bawah pohon maple yang sama, Li Wei dan Mei Hua terikat janji abadi. Namun, sebuah dosa keji memisahkan mereka, meninggalkan hanya kehancuran dan sumpah untuk bertemu kembali. Kini, di abad modern, reinkarnasi mempertemukan mereka sebagai Lin Wei dan Bai Mei. Aroma melati dan suara seruling bambu membangkitkan kenangan samar. Namun, takdir kali ini lebih rumit, dipenuhi intrik, ambisi, dan cinta yang terlarang.

Bab 1: Bunga Persik yang Mekar di Bulan April

April di Kota Jiangnan selalu menyimpan keajaiban. Bunga persik bermekaran bagai lukisan tinta yang hidup, dan Lin Wei, seorang fotografer muda, merasa terhisap ke dalamnya. Ada deja vu yang kuat setiap kali ia membidik bunga-bunga itu. Seolah pernah berada di sana, di kehidupan yang lain.

Suatu hari, di antara kerumunan turis, matanya bertemu dengan sepasang mata yang jernih dan penuh kesedihan. Bai Mei, seorang pianis terkenal, menatapnya seolah mengenalnya selamanya.

"Maaf, apa kita pernah bertemu?" Lin Wei bertanya, suaranya bergetar aneh.

Bai Mei tersenyum pahit. "Mungkin dalam mimpi," jawabnya lirih.

Pertemuan itu meninggalkan bekas yang dalam. Lin Wei terus memikirkan Bai Mei, merasakan tarikan yang tak bisa dijelaskan. Ia mulai mencari tahu tentangnya. Ia tahu bahwa Bai Mei bertunangan dengan Zhang Wei, pewaris perusahaan teknologi raksasa yang dingin dan ambisius.

Bab 2: Seruling Bambu di Tengah Hujan

Hujan musim semi membawa aroma tanah basah dan melati. Lin Wei menemukan Bai Mei sedang duduk sendirian di taman, memainkan seruling bambu dengan nada yang memilukan. Ia mendekat, terhipnotis oleh musiknya.

"Lagu itu...aku pernah mendengarnya," ucap Lin Wei, tanpa sadar.

Bai Mei berhenti bermain. "Itu lagu masa lalu," jawabnya. "Lagu tentang janji yang dilanggar."

Tanpa berpikir panjang, Lin Wei duduk di sampingnya. "Aku merasa...kita punya masa lalu yang sama," bisiknya.

Bai Mei menoleh, air mata mengalir di pipinya. "Kamu...mengingat?"

Malam itu, di bawah hujan yang semakin deras, kenangan-kenangan samar mulai bermunculan. Potongan-potongan puzzle masa lalu mereka mulai menyatu. Mereka melihat ladang bunga maple, mendengar suara tawa yang riang, dan merasakan sakitnya pengkhianatan.

Bab 3: Air Mata di Pelukanku

Bai Mei menceritakan kisahnya. Di kehidupan sebelumnya, ia adalah Mei Hua, putri seorang jenderal yang jatuh cinta pada Li Wei, seorang sarjana miskin. Cinta mereka dihalangi oleh keluarga Mei Hua, yang menjodohkannya dengan seorang bangsawan kaya. Namun, Li Wei dan Mei Hua bersumpah untuk bersama, selamanya.

Namun, pada malam pernikahan Mei Hua, Li Wei melakukan kesalahan fatal. Ia membunuh bangsawan itu, membatalkan pernikahan, dan mencuri Mei Hua. Tapi kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Mereka ditangkap, dan Li Wei dijatuhi hukuman mati. Sebelum kematiannya, ia berjanji akan menemukan Mei Hua di kehidupan selanjutnya, tapi dengan sumpah yang mengerikan: Ia tidak akan pernah bisa bersamanya.

"Sumpah itu...mengutuk kita," bisik Bai Mei, menangis tersedu-sedu. "Kita ditakdirkan untuk saling mencintai, tapi tidak pernah bisa bersama."

Lin Wei memeluknya erat. "Jangan menangis," ucapnya. "Aku akan mematahkan kutukan itu."

Di pelukan Lin Wei, Bai Mei merasa aman, dicintai, dan untuk sesaat, ia lupa akan takdirnya. Tapi hanya sesaat.

Bab 4: Senyum Palsu di Bawah Lampu Kristal

Keesokan harinya, Lin Wei melihat Bai Mei di pesta pertunangannya dengan Zhang Wei. Ia mengenakan gaun putih yang indah, tapi matanya kosong. Ia tersenyum, tapi senyum itu palsu, dingin, dan menyakitkan.

Lin Wei mendekatinya. "Kenapa?" tanyanya, dengan nada terluka.

Bai Mei menatapnya tanpa ekspresi. "Aku tidak bisa melanggar janji pada keluargaku," jawabnya datar. "Aku harus menikahi Zhang Wei."

Lin Wei mengerti. Bai Mei memilih tanggung jawab dan kehormatan daripada cintanya. Ia memilih keselamatan daripada kebahagiaan.

"Kalau itu yang kamu inginkan," ucap Lin Wei pelan. "Aku tidak akan menghalangimu."

Ia berbalik dan pergi, meninggalkan Bai Mei di tengah kerumunan orang yang bersorak. Ia melihat Bai Mei menatapnya dengan tatapan penuh penyesalan, sebelum akhirnya memalingkan wajahnya.

Bab 5: Dendam dalam Keheningan

Lin Wei tidak berusaha menghubungi Bai Mei lagi. Ia menghilang dari kehidupannya. Namun, ia tidak menyerah. Ia tahu bahwa Zhang Wei adalah orang yang licik dan berbahaya. Ia mulai mengumpulkan bukti kejahatan Zhang Wei, bukan untuk membalas dendam pada Bai Mei, tapi untuk melindunginya.

Setelah beberapa bulan, ia berhasil mengumpulkan cukup bukti untuk menjatuhkan Zhang Wei. Ia menyerahkan bukti itu kepada polisi, tanpa nama. Zhang Wei ditangkap dan perusahaannya hancur.

Lin Wei tahu bahwa Bai Mei akan terpukul. Tapi ia juga tahu bahwa inilah yang terbaik untuknya. Zhang Wei adalah bahaya yang harus dihilangkan.

Bab 6: Pengampunan yang Menusuk

Lin Wei akhirnya bertemu dengan Bai Mei lagi di makam Li Wei dan Mei Hua, di bawah pohon maple yang sama. Bai Mei menatapnya dengan air mata berlinang.

"Kenapa?" tanyanya. "Kenapa kamu melakukan ini?"

Lin Wei tersenyum tipis. "Aku hanya ingin melindungimu," jawabnya. "Aku tidak ingin kamu hidup dalam kebohongan dan ketakutan."

"Tapi...aku mencintaimu," bisik Bai Mei.

"Aku tahu," jawab Lin Wei. "Tapi cinta saja tidak cukup."

Lin Wei berbalik dan pergi, meninggalkan Bai Mei sendirian di bawah pohon maple. Sebelum pergi, ia berbisik, "Semoga di kehidupan selanjutnya, kita bisa bersama..."

Akhir

...dan aroma bunga maple itu masih tercium, seolah mengulang janji yang belum terpenuhi, dan bisikan itu bergema: "Ling Shi, tunggu aku..."

You Might Also Like: Can Corn Snakes See Infrared Light

Post a Comment

Previous Post Next Post